Yoga For Couple, Sehat Fisik dengan Chemistry

Ilustrasi Yoga for Couple

Pagi di akhir pekan, Darmawangsa Square The City Walk Jakarta, layaknya sebuah pusat belanja, masih sepi pengunjung. Namun begitu The Occasion dibuka, belasan orang tampak ramai memasuki hall di lantai 3 tersebut.

Suasana yang berbeda dari rutinitas pekerjaan coba ditawarkan dalam rangkaian kegiatan kesehatan pada Sabtu (20/2/2010) lalu itu. Inilah yang dicari sejumlah pasangan yang mulai berdatangan sejak pukul 08.00. Tak hanya suami-istri, pasangan seperti kakak-adik, ibu-anak, bahkan sepasang teman yang kebanyakan perempuan mulai berganti kostum olahraga.

Matras sudah disiapkan, trainer dari Fitness First pun mulai bersiap dengan pemanasan konsep gerakan yoga yang misinya untuk harmonisasi hubungan.

Rangkaian kegiatan yang diadakan majalah Prevention Indonesia bekerjasama dengan komunitas Life begins@40 ini memang bersifat holistik. Aktivitas berpasangan ini berfokus pada kesehatan tubuh dan pikiran melalui gerakan yoga selama satu jam lamanya. Usai itu dilanjutkan demo makanan sehat oleh My Choice. Stan makanan sehat dan bernutrisi ini juga turut mendukung kegiatan yang mengajak pasangan menerapkan pola makan yang sehat.

Setelah perut kenyang, peserta masih diajak untuk mengikuti talkshow bertema healthy relationship bersama Erikar Lebang, dewan penasehat Prevention Indonesia yang juga pengajar yoga di Jakarta Do Yoga dan Anahata Wellness.

Dalam sesi yoga berpasangan, Fitness First memilih tiga pasangan pemenang yang dianggap paling kompak dan paling mampu menerapkan gerakan yoga dengan maksimal. Anastasia Ferwidyasari (25) bersama sang suami, Blasius Suseno Ardi (31), terpilih menjadi satu dari the best couples.

Meski mengaku sedikit kesulitan, pasangan yang sudah tiga tahun menikah ini mengaku masih bisa mempelajari setiap gerakan yoga yang diinstruksikan pelatih. Padahal, ini untuk pertamakalinya mereka melakukan yoga.

“Sulit, tapi bisa dipelajari, dan fun. Banyak gerakan yang akhirnya membantu untuk mengenal kemampuan diri. Jadi ingin coba melakukan lagi di rumah,” aku Ardi.

Pasangan ini punya kesan, gerakan yoga berpasangan ini menguras tenaga, namun cocok dari segi usia mereka. Efek yang paling mengena di antaranya santai, tenang, dan menciptakan chemistry di antara pasangan.

“Gerakan yoga yang dilakukan berpasangan butuh kerjasama. Istri mesti mengenal kondisi suami, tenaga mestibalance, saling dorong juga saling menahan, artinya bisa belajar memahami,” papar Anastasia.

Olahraga yang kesannya feminin ini diakui keduanya membutuhkan gerakan maskulin yang fokus pada kekuatan otot. Jika salah memahami pasangan, gerakan yoga ini malah bisa menjadi penyebab pertengkaran. Maklum, gerakannya memang membutuhkan pengertian dari keduabelah pihak.

Jika salah satu memaksakan gerakan, sedangkan pasangan tak memiliki kelenturan atau kemampuan yang sama, akhirnya bisa saja cekcok. Padahal tujuan dari yoga berpasangan adalah menumbuhkan gerakan harmonisasi dengan alunan musik dan suasana yang menenangkan. Hasil akhir yang diinginkan adalah pasangan bisa sehat secara fisik, dan hubungan semakin harmonis.

Pilihan kegiatan akhir pekan yang menyenangkan, sehat dan berkualitas untuk pasangan bukan?

 

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s